Ingin mulai menjalani hidup sehat dengan masak makanan sendiri? Perhatikan dulu cara Anda mengolahnya! Karena sebaik apa pun kualitas bahan bakunya, penanganan yang kurang sesuai berisiko mengurangi kandungan gizi. Bahkan saat Anda menimbanginya dengan nutrisi terbaik pengganti makanan lewat suplemen.

Sebagai panduan, berikut tips mengolah makanan sekaligus menjaga nutrisi di dalamnya.

  • Cuci memakai air mengalir

Beberapa bahan baku makanan perlu dibersihkan sebelum dimasak, salah satunya sayur mayur. Pastikan Anda melakukannya dengan air mengalir agar tak ada kuman dan bakteri yang menempel di permukaan sayur. Sementara untuk beberapa jenis daging perlu direndam dalam air yang sudah Anda berikan garam. Tujuannya adalah mengusir bau amis.

  • Cek bentuk potongan

Setelah daging dan sayur dibersihkan, teruskan dengan memotongnya. Akan lebih baik kalau ukurannya sedikit lebih besar pada masing-masing makanan. Tujuannya adalah mencegah tekstur menjadi lembek atau cepat berubah saat digoreng maupun dipanaskan. Khusus untuk ikan, belah dulu menjadi dua supaya cepat matang.

  • Biarkan tetap mentah

Beberapa sayur warna hijau gelap seperti kubis, brokoli, kale, dan kembang kol punya kandungan bahan kimia anti-kanker bernama glukosinolat. Ada juga myrosinase, enzim yang fungsinya adalah menjauhkan jamur, bakteri, dan organisme berbahaya lainnya. Oleh karena itu, jenis sayuran ini ada baiknya dibiarkan mentah, dengan catatan tetap Anda bersihkan.

  • Pakai sedikit air saat memasak

Memasak sayur dalam air, terutama terlalu lama, ternyata berpotensi melarutkan nutrisi ke dalam rebusannya. Warna sayur juga bakal ikut memudar. Untuk mengakalinya, Anda dapat mengganti cara mengolah sayuran dengan mengukusnya atau memanggangnya dalam microwave. Kalaupun harus direbus, pastikan jangan terlalu lama.

  • Pastikan metode masaknya tepat

Menyambung dari poin sebelumnya, Anda perlu memastikan seperti apa metode masak yang tepat sekaligus menyehatkan. Selama ini, menggoreng menjadi cara yang populer digunakan, tetapi juga dianggap membahayakan tubuh. Bagi Anda yang ingin memakai metode alternatif, menumis, mengukus, dan memanggang jadi cara-cara yang dapat dipertimbangkan.

  • Konsumsi selagi segar

Buah, sayur, dan protein hewani paling nikmat disantap dalam keadaan segar. Kandungan nutrisi dalam bahan-bahan baku makanan ini juga belum berkurang. Untuk itu, saat membelinya, pastikan pilihan Anda bukan produk yang terlalu lama dibekukan, apalagi sudah rusak. Kalau bisa, tanam sendiri di rumah supaya bisa dipanen langsung.

Perhatikan juga komposisi bahan dan cara mengolah makanan, sebab kedua hal ini berdampak langsung pada kualitasnya. Namun, kalau merasa asupan nutrisinya kurang, tak ada salahnya Anda mengandalkan produk tambahan seperti Herbalife Nutrisi.

Sebagai suplemen dan meal replacement, Herbalife Nutrisi menyiapkan produk-produk yang akan mendukung pola makan sehat Anda. Cek langsung website-nya untuk mengetahui informasi lengkap dari mereka!

 

 

RELATED ARTICLES

Sejarah Singkat Tentang Mobil Toyota Fortuner

Toyota Fortuner, nama mobil satu ini memang sangat familiar bagi orang Indonesia. Maklum hadirnya mobil yang masuk kategori Sport Utility Vehicle (SUV) ini bukan hanya merajai jalanan se-Nusantara, namun juga beredar di sejumlah negara di dunia. Bicara mengenai Toyota Fortuner, sebenarnya cukup menarik untuk disimak.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *